blog-img-10
Posted by Mardani
  • 16 Apr 2025
  • 884 Viewer

Kolaborasi Strategis Poltekkes Kemenkes Jakarta III dan KP2MI : Perkuat Akses Global bagi Tenaga Kesehatan Indonesia

Jakarta, 16 April 2025 – Dalam upaya memperluas jangkauan karier tenaga kesehatan Indonesia di panggung internasional, Poltekkes Kemenkes Jakarta III menggelar pertemuan strategis bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada Rabu, 16 April 2025. Pertemuan berlangsung di Graha Mandiri Lantai 12 .

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Direktorat Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri, Direktorat Jenderal Pemberdayaan, dan Direktorat Penempatan KP2MI, sebanyak 9 orang, termasuk di antaranya Pak Defri, Bu Lia, Bu Sri, dan Bu Mita. Dari pihak Poltekkes Kemenkes Jakarta III, hadir Dr. Siti Badriah M.Kep, NS, Sp.Kep.Kom selaku Direktur, Wakil Direktur I, Kepala Bagian Akademik dan Umum, Kepala Unit Pengembangan Kompetensi, serta Tim MiCare.

Lima Skema Penempatan dan Tantangan Global

KP2MI memaparkan lima skema penempatan tenaga kerja ke luar negeri, yaitu:

  1. Government to Government (G to G)
  2. Government to Private
  3. Private to Private
  4. UKPS (penempatan oleh perusahaan tertentu)
  5. Mandiri (profesional melamar langsung tanpa perantara)

Per 14 Maret 2025, terdapat 671.845 lowongan kerja di sektor kesehatan global. Namun, tingkat serapan baru mencapai 32,7%, menunjukkan peluang besar yang masih terbuka lebar. Negara-negara tujuan utama meliputi Jepang, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat.

NCLEX: Ujian Penting bagi Tenaga Kesehatan Menuju Amerika

Salah satu tantangan utama dalam penempatan tenaga kesehatan ke Amerika adalah kewajiban mengikuti NCLEX (National Council Licensure Examination) — yaitu ujian lisensi standar internasional yang diwajibkan untuk mendapatkan izin praktik sebagai perawat (Registered Nurse). Saat ini, biaya ujian NCLEX cukup tinggi, yaitu sekitar Rp150 juta, dan hanya bisa dilakukan di beberapa negara di Asia seperti Singapura dan Filipina.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, KP2MI bekerja sama dengan ALOHA untuk memfasilitasi pretest NCLEX dengan biaya terjangkau sebesar USD 50 dan pelatihan singkat. KP2MI juga mengusulkan agar Kementerian Kesehatan dapat menghadirkan penyelenggara NCLEX di Indonesia guna mempermudah akses.

Peluang ke Kanada dan Harmonisasi Kurikulum

KP2MI menyampaikan bahwa proses penempatan ke Kanada relatif lebih mudah dibanding ke Amerika. Mekanisme penempatan dilakukan melalui skema PSW (Personal Support Workers), di mana tenaga kesehatan akan menjalani pelatihan awal dan dinilai selama bekerja untuk kemudian bisa naik ke level berikutnya. Kanada juga menyediakan pelatihan sesuai hasil credential assessment masing-masing individu.

Persyaratan utama untuk bekerja di Kanada antara lain:

  • Pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • IELTS minimal 5 untuk PSW dan 7 untuk perawat (Ners)

Pendaftaran penempatan ke Kanada akan dibuka pada Juni–Juli 2025, sedangkan ke Amerika dimulai pada Mei 2025.

Dalam pertemuan ini, KP2MI juga menyampaikan perlunya harmonisasi kurikulum antara institusi pendidikan seperti Poltekkes dan standar yang ditetapkan oleh negara tujuan. Untuk itu, KP2MI meminta dokumen kurikulum/silabus dari Poltekkes Kemenkes Jakarta III sebagai bahan pencocokan.

Langkah Lanjut dan Kolaborasi Berkelanjutan

Sebagai tindak lanjut, KP2MI dijadwalkan akan mengunjungi Poltekkes Kemenkes Jakarta III pada Kamis, 24 April 2025, guna mendiskusikan lebih lanjut aspek teknis kerja sama. Pertemuan lanjutan ini diharapkan dapat merumuskan langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kesehatan Indonesia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.